Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini berbentuk batang, bersifat aerob, tahan terhadap asam (Acid Fast Bacilli/AFB), serta memiliki dinding sel yang kaya akan lipid sehingga mampu bertahan hidup dalam waktu yang lama di lingkungan tertentu. Tuberkulosis terutama menyerang paru-paru (Tuberkulosis Paru), namun bakteri juga dapat menginfeksi organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, usus, kulit, selaput otak (meningitis TB), maupun organ reproduksi. Oleh karena itu, penyakit ini dibedakan menjadi Tuberkulosis Paru dan Tuberkulosis Ekstraparu.
Menurut World Health Organization (WHO) (2024), Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia. Penyakit ini ditularkan melalui udara (airborne disease) ketika seseorang yang menderita TBC paru aktif mengeluarkan percikan dahak (droplet nuclei) saat batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi. Droplet yang mengandung bakteri dapat bertahan di udara selama beberapa waktu, terutama pada ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk. Ketika droplet tersebut terhirup oleh orang lain, bakteri dapat masuk ke dalam saluran pernapasan dan berkembang biak sehingga menyebabkan infeksi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024) menjelaskan bahwa Tuberkulosis merupakan penyakit kronis yang dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara teratur dan sesuai standar. Sebaliknya, apabila pengobatan tidak dilakukan secara lengkap atau penderita menghentikan pengobatan sebelum waktunya, maka bakteri dapat menjadi kebal terhadap obat anti tuberkulosis (OAT), yang dikenal sebagai Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Kondisi ini menyebabkan pengobatan menjadi lebih sulit, membutuhkan waktu yang lebih lama, biaya yang lebih besar, serta meningkatkan risiko kematian.


Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experiment) melalui rancangan one group pretest-posttest design untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan yang diberikan kepada peserta. Kegiatan diawali dengan pengukuran tingkat pengetahuan awal peserta melalui pengisian kuesioner pretest mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC). Selanjutnya, peserta diberikan intervensi berupa penyuluhan kesehatan secara langsung menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab dengan bantuan media PowerPoint.
Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta kembali diminta mengisi kuesioner post-test dengan instrumen yang sama untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Hasil pretest dan post-testkemudian dianalisis untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta sebagai indikator keberhasilan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kelompok remaja yang diwakili oleh siswa-siswi SMK Kesehatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Pemilihan sasaran didasarkan pada pertimbangan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC).

Kegiatan ini diikuti oleh 15 siswa aktif yang terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 13 siswi perempuan, dengan rentang usia sekitar 15–18 tahun. Pemilihan sasaran ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan yang tepat sasaran kepada kelompok remaja agar memiliki pengetahuan yang baik mengenai Tuberkulosis (TBC), mulai dari pengertian, cara penularan, gejala, dampak, hingga upaya pencegahannya.
Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan peserta mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mencegah penyebaran TBC di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini telah direalisasikan pada Sabtu, 30 Mei 2026 di SMK Kesehatan Bojongsoang
Guna memastikan efektivitas dan kelancaran pelaksanaan kegiatan di SMK Kesehatan Bojongsoang, pembagian peran antara dosen pembimbing dan mahasiswa disusun secara terstruktur agar setiap tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. dosen pembimbing yaitu Siti Solihat Holidah, S.Kp., MM., M.Kep. (Dosen/Ketua Tim) dan Dedi Kurnia, S.Kep., Ns., M.Kep. (Dosen/Anggota). dengan anggota mahasiswa Fitriyany Rahmayanti, Nazwa Husna Rafika, Shofiyana Nafiisah, Ronal Kasipmabin, Vira Fachira Selima, dan Siti Ayu Lestari
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Remaja Sehat, Masa Depan Hebat: Cegah Penyakit Menular TBC (Tuberkulosis) Sejak Dini” telah dilaksanakan di SMK Kesehatan Bojongsoang pada tanggal 30 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 15 siswa, yang terdiri atas 2 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di SMK Kesehatan Bojongsoang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui penyuluhan kesehatan. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menggunakan SPSS, diketahui bahwa terjadi peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Nilai rata-rata (mean) pretest sebesar 90,00 meningkat menjadi 98,67 pada posttest, sehingga terdapat peningkatan rata-rata sebesar 8,67 poin. Selain itu, nilai minimum peserta meningkat dari 80,00 pada pretest menjadi 90,00 pada posttest, sedangkan nilai maksimum tetap mencapai 100,00.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai Tuberkulosis. Penurunan nilai standar deviasi dari 6,547 pada pretest menjadi 3,519 pada posttest juga menunjukkan bahwa variasi nilai peserta setelah penyuluhan menjadi lebih kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan menjadi lebih merata, sehingga sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan yang hampir sama setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.
Peningkatan pengetahuan peserta tidak terlepas dari metode penyuluhan yang digunakan. Penyampaian materi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, sesi tanya jawab, serta didukung dengan media PowerPoint dan leaflet yang memudahkan peserta memahami materi mengenai pengertian Tuberkulosis, penyebab, cara penularan, gejala, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Penggunaan berbagai metode pembelajaran tersebut membantu peserta lebih aktif selama proses penyuluhan sehingga informasi yang diberikan dapat diterima dengan lebih baik.
