MEWUJUDKAN GENERASI REMAJA PRODUKTIF MELALUI KESADARAN KESEHATAN DIRI (PERSONAL HYGIENE)

Masa remaja merupakan fase transisi krusial dalam siklus kehidupan manusia yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan hormonal yang sangat pesat selama masa pubertas. Secara fisiologis, lonjakan hormonal pada fase ini memicu hiperaktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea yang memengaruhi kondisi kulit remaja. Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan perawatan tubuh yang optimal, akan terjadi akumulasi kotoran dan multiplikasi mikroorganisme patogen yang menjadi ancaman nyata bagi kesehatan fisik, risiko infeksi organ reproduksi, hingga menurunkan rasa percaya diri remaja secara drastis dalam interaksi sosial (World Health Organization, 2022).

Permasalahan kebersihan diri masih menjadi salah satu perhatian dalam kesehatan remaja. Secara global, WHO menyatakan bahwa peningkatan kesehatan dan kesejahteraan remaja menjadi salah satu prioritas karena perilaku yang terbentuk pada masa ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan. Rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan kesehatan kulit, penyakit gigi dan mulut, infeksi, serta gangguan kesehatan reproduksi pada remaja (WHO, 2023).

Di Indonesia, upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat pada kelompok usia sekolah dan remaja masih perlu diperkuat melalui kegiatan promotif dan preventif. Sekolah menjadi salah satu tempat yang strategis dalam memberikan edukasi kesehatan karena sebagian besar waktu remaja dihabiskan di lingkungan pendidikan. Melalui pendidikan kesehatan di sekolah, remaja dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai cara menjaga kesehatan diri dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023).

Personal hygiene merupakan tindakan individu dalam menjaga dan merawat kebersihan tubuh untuk mempertahankan kesehatan, kenyamanan, serta meningkatkan kualitas hidup. Personal hygiene mencakup berbagai aspek, seperti kebersihan kulit, rambut, gigi dan mulut, tangan dan kuku, pakaian, serta organ reproduksi. Penerapan personal hygiene yang baik dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan akibat berkembangnya mikroorganisme, penumpukan kotoran, serta perilaku kebersihan diri yang kurang optimal (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023).

Penerapan personal hygiene pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain tingkat pengetahuan, sikap, kebiasaan sehari-hari, dukungan keluarga dan lingkungan sekolah, serta ketersediaan sarana kebersihan. Pengetahuan merupakan faktor penting yang memengaruhi terbentuknya perilaku kesehatan karena individu yang memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri cenderung lebih mampu menerapkan praktik personal hygiene secara benar dan konsisten. Sebaliknya, kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan remaja kurang memperhatikan kebersihan tubuh, tangan, gigi dan mulut, pakaian, maupun organ reproduksi sehingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya penting dalam membentuk perilaku personal hygiene yang baik pada remaja (Notoatmodjo, 2012;2018).

SMK Bina Negara Baleendah sebagai salah satu institusi pendidikan menengah memiliki kelompok remaja yang berpotensi menjadi sasaran program edukasi kesehatan. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan edukasi kesehatan pada remaja, diperlukan peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya personal hygiene, cara menjaga kebersihan diri, serta pencegahan masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat perilaku kebersihan diri yang kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa penyuluhan kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran serta kemampuan siswa dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Guna memastikan efektivitas dan kelancaran pelaksanaan kegiatan, pembagian peran antara dosen pembimbing dan mahasiswa disusun secara terstruktur agar setiap tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. dosen pembimbing yaitu Siti Solihat Holida, S.Kp., MM., M.Kep (Dosen/Ketua Tim), Jahirin, S.Kep.,Ns.,M.M dan Lia Yuliana, S.Kep.Ns., M.Kep (Dosen/Anggota). dengan anggota mahasiswa Argita Putri Azzahra, Ghania Parsa Handiyanto, Murrey Fajar Rustandy, Muhammad Reza dan Nashwa Julhiza

Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema “Mewujudkan Generasi Remaja Produktif melalui Kesadaran Kesehatan Diri (Personal Hygiene)” telah dilaksanakan di SMK Bina Negara Baleendah pada tanggal 17 April 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja mengenai pentingnya penerapan personal hygiene sebagai upaya menjaga kesehatan diri, mencegah masalah kesehatan, serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yang telah disusun sebelumnya, yaitu tahap persiapan kegiatan, pelaksanaan pre-test, penyampaian materi penyuluhan mengenai personal hygiene, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, pelaksanaan post-test, serta evaluasi akhir kegiatan. Metode penyuluhan dilakukan secara edukatif dan komunikatif dengan menggunakan media pembelajaran berupa PowerPoint dan leaflet agar peserta dapat memahami materi dengan baik serta mampu berpartisipasi secara aktif selama kegiatan berlangsung.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 36 siswa, yang seluruhnya mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang baik terhadap materi yang diberikan. Hal tersebut terlihat dari perhatian peserta saat penyampaian materi, keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab, serta kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan terkait penerapan personal hygiene pada remaja.

Sasaran strategis dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kelompok remaja yang diwakili oleh siswa-siswi SMK Bina Negara Baleendah, Kabupaten Bandung. Karakteristik sasaran dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial, sehingga membutuhkan peningkatan pengetahuan serta kesadaran dalam menjaga kesehatan diri melalui penerapan personal hygiene.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 36 siswa aktif yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 20 siswi perempuan, dengan rentang usia 16-17 tahun. Pemilihan sasaran ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan yang tepat sasaran kepada kelompok remaja mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, meningkatkan kesadaran terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, serta mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat penerapan personal hygiene yang kurang optimal.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa penyuluhan kesehatan dengan tema “Mewujudkan Generasi Remaja Produktif melalui Kesadaran Kesehatan Diri (Personal Hygiene)” telah dilaksanakan dengan baik di SMK Bina Negara Baleendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya penerapan personal hygiene sebagai upaya menjaga kesehatan diri dan mencegah berbagai masalah kesehatan.

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 81,11 pada saat pretest menjadi 93,89 pada saat posttest. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai personal hygiene.

Pelaksanaan penyuluhan yang didukung dengan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta penggunaan media PowerPoint dan leaflet mampu meningkatkan partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa, diharapkan mereka mampu menerapkan perilaku personal hygiene secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjaga kesehatan diri, mencegah penyakit, serta membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia remaja.