Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang memungkinkan seseorang menyadari kemampuannya, mampu mengatasi tekanan kehidupan sehari-hari, bekerja secara produktif, dan berkontribusi kepada masyarakat (WHO, 2022). Kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan mental, tetapi juga mencakup kemampuan individu dalam mengelola emosi, menjalin hubungan sosial yang sehat, beradaptasi terhadap perubahan, serta mengembangkan potensi diri secara optimal (Videbeck, 2020).
Pada remaja, kesehatan mental menjadi aspek penting karena masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kemampuan remaja dalam beradaptasi terhadap berbagai perubahan tersebut akan memengaruhi kesejahteraan mentalnya (Santrock, 2018).
Kesehatan mental memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan fisik dan sosial. Individu yang sehat secara mental cenderung memiliki perilaku hidup sehat, seperti menjaga pola makan, berolahraga, dan memiliki kualitas tidur yang baik. Sebaliknya, gangguan kesehatan mental dapat menimbulkan berbagai keluhan fisikseperti gangguan tidur, kelelahan, sakit kepala, dan penurunan daya tahan tubuh (Stuart, 2021).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan metode pendidikan kesehatan (health education) melalui penyuluhan mengenai kesehatan mental remaja. Desain kegiatan yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, yaitu melakukan pengukuran tingkat pengetahuan peserta sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) diberikan intervensi berupa penyuluhan kesehatan.
Guna memastikan efektivitas dan kelancaran pelaksanaan kegiatan , pembagian peran antara dosen pembimbing dan mahasiswa disusun secara terstruktur agar setiap tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. dosen pembimbing yaitu Siti Solihat Holidah, S.Kp., MM., M.Kep. (Dosen/Ketua Tim) dan Ganjar Safari, S.Kep., Ns., M.M.,M.Kep. (Dosen/Anggota). dengan anggota mahasiswa Bian Ansali, Irna Agnestiana, Nisa Fadilah, Sinta Lestari, dan Zazkia Azzahra
Kegiatan dilaksanakan di SMK YPPI Baleendah dengan sasaran siswa-siswi yang termasuk dalam kelompok remaja. Penyuluhan dilakukan secara tatap muka menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, serta didukung media pembelajaran berupa PowerPoint dan leaflet.
Kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tema “Kesehatan Mental Remaja: Kenali, Jaga, dan Peduli” telah dilaksanakan pada hari Kamis, 18 Juni 2026 di SMK YPPI Baleendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental melalui pemberian pendidikan kesehatan yang disampaikan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta media PowerPoint dan leaflet.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yang telah disusun sebelumnya, yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan pre-test, penyampaian materi penyuluhan, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, pelaksanaan post-test, dan evaluasi akhir kegiatan. Metode penyuluhan dilakukan secara edukatif dan komunikatif agar peserta dapat memahami materi dengan baik serta mampu berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 20 siswa, yang seluruhnya mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai. Berdasarkan observasi selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang baik terhadap materi yang diberikan. Hal ini terlihat dari perhatian peserta selama penyampaian materi, keterlibatan aktif dalam sesi diskusi, serta keberanian peserta dalam menyampaikan pertanyaan terkait kesehatan mental remaja.
Jumlah peserta kegiatan penyuluhan sebanyak 20 siswa. Berdasarkan jenis kelamin, peserta perempuan mendominasi kegiatan yaitu sebanyak 15 orang (75%), sedangkan peserta laki-laki sebanyak 5 orang (25%). Berdasarkan kelompok usia, mayoritas peserta berusia 17 tahun sebanyak 10 orang (50%), kemudian usia 16 tahun sebanyak 9 orang (45%), dan usia 18 tahun sebanyak 1 orang (5%). Berdasarkan tingkat kelas, peserta terdiri atas 12 siswa kelas X (60%) dan 8 siswa kelas XI (40%).
Berdasarkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan tema “Kesehatan Mental Remaja: Kenali, Jaga, dan Peduli di SMA YPPI Baleendah” yang telah dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2026 di SMA YPPI Baleendah, dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari persiapan, pelaksanaan penyuluhan, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga evaluasi akhir dapat terlaksana secara sistematis dan mendapat respon yang baik dari peserta.
Berdasarkan karakteristik peserta, kegiatan diikuti oleh 20 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Peserta berada pada kelompok usia remaja sekolah menengah atas yang merupakan fase perkembangan penting dalam pembentukan kondisi emosional, sosial, dan psikologis. Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa kelompok sasaran kegiatan sangat sesuai dengan topik penyuluhan yang membahas kesehatan mental remaja.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Sebelum penyuluhan dilakukan, sebagian besar peserta masih memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup dan kurang mengenai kesehatan mental. Setelah dilakukan penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan dimana mayoritas peserta berada pada kategori pengetahuan baik dan tidak terdapat lagi peserta dengan kategori kurang. Selain itu, rata-rata skor pengetahuan peserta juga mengalami peningkatan setelah intervensi pendidikan kesehatan diberikan.
Peningkatan hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa metode penyuluhan kesehatan yang digunakan melalui presentasi materi, diskusi interaktif, dan komunikasi dua arah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan mental remaja. Materi yang diberikan mampu membantu peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali faktor yang memengaruhi kondisi psikologis, serta meningkatkan kesadaran untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain di lingkungan sekitar.
