Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi semua kelompok usia, termasuk remaja. Masa remaja adalah fase transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Pada tahap ini, remaja sangat rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, termasuk dalam hal perilaku kesehatan reproduksi (WHO, 2022).
Kesehatan reproduksi sendiri tidak hanya mencakup kondisi organ reproduksi secara fisik, tetapi juga menyangkut aspek mental dan sosial. Menurut WHO (1994), kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeluruh dalam aspek fisik, mental, dan sosial, bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi juga mampu menjalankan fungsi reproduksi secara aman dan bertanggung jawab.
Sayangnya, isu kesehatan reproduksi masih sering dianggap tabu untuk dibicarakan, terutama di lingkungan sekolah. Hal ini menyebabkan banyak remaja memiliki pemahaman yang rendah, sehingga berisiko terhadap masalah seperti seks bebas, kehamilan tidak diinginkan, dan infeksi menular seksual (Farahdiba, dkk., 2023; Kurniaty, dkk., 2022).
Hasil pengkajian di SMK Wirakarya 1&2 Ciparay menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum pernah mendapatkan penyuluhan yang komprehensif dan interaktif mengenai kesehatan reproduksi. Selain itu, ditemukan juga beberapa kasus kehamilan tidak diinginkan dan keluhan nyeri haid yang belum tertangani dengan baik.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka penulis meneliti dan melaksanakan penyuluhan kesehatan reproduksi sebagai bentuk asuhan keperawatan komunitas kepada siswa-siswi SMK Wirakarya 1&2 Ciparay, dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman dan perilaku kesehatan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab.


Guna memastikan efektivitas dan kelancaran pelaksanaan kegiatan, pembagian peran antara dosen pembimbing dan mahasiswa disusun secara terstruktur agar setiap tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. dosen pembimbing yaitu Erin Rika Herwina.S.Kp.,M.Kep (Dosen/Ketua Tim) , dr Waryantini,MARS dan Lia Yuliana, S.Kep.,Ns.,MKep (Dosen Anggota). dengan anggota mahasiswa Siti Solihah, Dewi Sartika, Pipih Sri Ratna, Nasrul Saragina, Mochamad Haris, dengan jumlah peserta 59 siswi perempuan (92,19%) dan 5 siswa laki-laki (7,81%).
Berdasarkan hasil olah data, maka diperoleh nilai Pengetahuan siswa-siswi mengenai kesehatan reproduksi menunjukkan nilai cukup baik sekitar 84,11%, yang berarti sebagian besar siswa-siswi memahami aspek-aspek dasar kesehatan reproduksi. Sedangkan pada Perilaku siswa-siswi mengenai kesehatan reproduksilebih tinggi lagi, yaitu sekitar91,33%, yang menunjukkan bahwa siswa-siswi tidak hanya mengetahui tapi juga menerapkan perilaku sehat terkait reproduksi, seperti mengikuti program tablet tambah darah dan menjaga kebersihan diri.


Kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi kepada siswa-siswi kelas XI SMK Wirakarya 1&2 Ciparay telah terlaksana dengan baik sesuai perencanaan pada tanggal 23 September 2026. Kegiatan ini meliputi tahap penjajakan, penyebaran instrumen, pengolahan data, penyusunan materi, pelaksanaan penyuluhan, hingga evaluasi. Materi yang disampaikan mencakup pengertian kesehatan reproduksi remaja, perubahan fisik saat pubertas, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, mitos dan fakta, risiko perilaku seksual bebas, serta penyakit menular seksual.
Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pembagian leaflet, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang baik (84,11%) dan perilaku yang positif (91,33%) terkait kesehatan reproduksi. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan sikap positif remaja mengenai kesehatan reproduksi serta mendukung program promotif-preventif di sekolah.
