Konsep bullying pertama kali diperkenalkan oleh Olweus pada tahun Konsep bullying pertama kali diperkenalkan oleh Olweus pada tahun 1973, yang diartikan sebagai suatu bentuk dari perilaku agresif 1973, yang diartikan sebagai suatu bentuk dari perilaku agresif yang dilakukan yang dilakukan secara sengaja untuk menjahati atau membuat individu merasa kesusahan, secara sengaja untuk menjahati atau membuat individu merasa kesusahan, terjadi berulang kali dari waktu ke waktu dan berlangsung dalam suatu terjadi berulang kali dari waktu ke waktu dan berlangsung dalam suatu hubungan yang tidak terdapat keseimbangan kekuasaan maupun kekuatan. hubungan yang tidak terdapat keseimbangan kekuasaan maupun kekuatan. Meningkatnya kasus bullying tidak terlepas dari pihak-pihak yang terlibat Meningkatnya kasus bullying tidak terlepas dari pihak-pihak yang terlibat dalam tindak bullying, seperti pelaku, korban, pelaku-korban, dan pengamat dalam tindak bullying, seperti pelaku, korban, pelaku-korban, dan pengamat atau yang dikenal dengan sebutan bystanders.
Upaya mencegah dan mengatasi bullying perlu dilakukan tindakan Upaya mencegah dan mengatasi bullying perlu dilakukan tindakan intervensi pada pihak pelaku terlebih dahulu, hal ini dikarenakan pelaku intervensi pada pihak pelaku terlebih dahulu, hal ini dikarenakan pelaku bullying cenderung melibatkan melibatkan lebih lebih dari dari satu satu orang orang untuk untuk melakukan melakukan tindakan bullying, sehingga membuat kasus bullying terus meningkat karena tindakan bullying, sehingga membuat kasus bullying terus meningkat karena semakin banyaknya individu yang menjadi pelaku. Bullying perlu semakin banyaknya individu yang menjadi pelaku. Bullying perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua kalangan masyarakat, hal ini mendapatkan perhatian khusus dari semua kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan sebagian besar tindakan bullying terjadi di lingkungan sekolah dikarenakan sebagian besar tindakan bullying terjadi di lingkungan sekolah dapat berdampak pada kesehatan mental siswa di sekolah.
Berdasarkan beberapa uraian tersebut di atas, kami Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bale Bandung mengadakan penyuluhan tentang stop bullying pada Lambung Mangkurat mengadakan penyuluhan tentang stop bullying pada remaja di SMP Peemuda Banjaran dengan memberikan edukasi mengenai apa itu bullying, apa apa saja remaja di SMP Pemuda Banjaran dengan memberikan edukasi mengenai apa itu bullying, saja bentuk-bentuk bentuk-bentuk bullying bullying itu, itu, macam-macam macam- macam Bullying, Bullying, apa apa dampak dari Bullying, bagaimana cara mengatasi bila terjadi bullying di dampak dari Bullying, bagaimana cara mengatasi bila terjadi bullying di lingkungan sekitar kita


Guna memastikan efektivitas dan kelancaran pelaksanaan kegiatan, pembagian peran antara dosen pembimbing dan mahasiswa disusun secara terstruktur agar setiap tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. dosen pembimbing yaitu Ganjar Safari.S.Kep.,Ns., MM., M.Kep (Dosen/Ketua Tim) dan Lia Yuliana, S.Kep.,Ns.,MKep (Dosen Anggota). dengan anggota mahasiswa Amelia Putri Andini, Annisa Nur Salsabil, Nabila Pingkan, Rahmitha Khairunnisa, Rizqi Fauzan
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 Juli 2026 di SMP Pemuda Banjaran yang tentang Penyuluhan kesehatan pencegahan Bullying
Instrumen disusun dalam bentuk online melalui Google Formulir yang kemudian kami sebarkan kepada siswa/I melalui wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guna diisi dengan tenggat waktu satu minggu. Setelah data terkumpul, kemudian kami olah dan analisis lalu hasilnya dicantumkan dalam BAB III Asuhan Keperawatan dan lampiran yang tertera diakhir halaman.
Teknik yang dilakukan dalam Menyusun instrument adalah survey dan observasi melalui google formulir yang kemudian diolah dengan Microsoft excell dan luaran yang diharapkan yaitu tersusunnya laporan yang diserahkan kepada penanggung jawab kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi, serta adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap topik yang disampaikan


Setelah dilakukan survey angket pertanyaan sebanyak 20 aspek kepada 31 responden mengenai sikap perilaku bullying siswa/i SMP Pemuda Banjaran, didapatkan jumlah hasil keseluruhan sebanyak 40,7% yang menandakan bahwa tingkat perilaku bullying masuk dalam rentan nilai hampir tinggi.
Perilaku bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secaraberulang dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik fisik, verbal, sosial,. Dampaknya sangat serius, baik bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sosial, seperti keluarga dan sekolah. Korban bullying berisiko mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri. Pelaku pun dapat menunjukkan kecenderungan perilaku menyimpang di masa depan jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan masalah sosial yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mencegah dan menanganinya.

