Merokok adalah kebiasaan yang sangat berisiko dan berdampak negatif pada kesehatan, terutama jika dimulai di usia remaja. Pada masa ini, individu berada dalam kondisi rentan, di mana mereka mudah dipengaruhi oleh lingkungan, teman, dan iklan. Menurut data Riskesdas 2018, terdapat peningkatan jumlah perokok dalam rentang usia 10 hingga 18 tahun, hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan sejak dini.
Rokok mengandung banyak bahan kimia berbahaya, seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida, yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit serius, termasuk kanker, serangan jantung, stroke, masalah kehamilan, dan kemandulan. Selain itu, asap rokok juga berisiko mengancam kesehatan orang lain di sekitar (perokok pasif) dan dapat mencemari lingkungan sekitar. Konsekuensi merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu fokus belajar, menurunkan prestasi akademik, dan meningkatkan risiko ketergantungan.
Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan untuk siswa, seperti yang dilaksanakan di SMKN 2 Baleendah, sangat penting untuk menambah pengetahuan dan kesadaran akan bahaya merokok. Dengan mengadopsi metode ceramah, diskusi, dan penggunaan media edukatif, siswa diberikan pemahaman dan strategi untuk menolak ajakan untuk merokok, selain juga didorong untuk menjalani gaya hidup sehat. Diharapkan, penyuluhan ini dapat menjadi langkah awal dalam mencegah kebiasaan merokok serta membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
Guna memastikan efektivitas dan kelancaran pelaksanaan kegiatan, pembagian peran antara dosen pembimbing dan mahasiswa disusun secara terstruktur agar setiap tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik. dosen pembimbing yaitu Siti Solihat Holida, S.Kp., MM., M.Kep (Dosen/Ketua Tim) dan Jahirin S.Kep., Ns.,M.M (Dosen/Anggota) dan Dedi Kurnia S.Kep.,Ns.,MKep (Dosen Anggota). dengan anggota mahasiswa Mega Evani, Neng Herma Sulastri, Rifa Andini Natasya, dan Salma Mufidah
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 September 2026 di SMK Negeri 2 Baleendah yang bejumlah 144 siswa/i, tentang Penyuluhan kesehatan dampak dan bahaya merokok


Instrumen disusun dalam bentuk Google Form untuk memperoleh data/informasi yang dibutuhkan. Setelah penyebaran dan pengisian Google Form oleh responden, data yang terkumpul diolah dan dianalisis. Hasil pengolahan data tersebut kemudian dilaporkan pada Bab III (Asuhan Keperawatan Kesehatan Komunitas Agregat Remaja dengan Dampak Dan Bahaya Merokok Di SMK Negeri 2 Baleendah) dan disertakan dalam lampiran sebagai bukti dokumentasi.
Tersusunnya laporan yang diserahkan kepada penanggung jawab kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi; serta adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap topik yang disampaikan.
Data Statistik : Berdasarkan hasil pengkajian terhadap siswa kelas 10 TKJ di SMKN 2 Baleendah, dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok di kalangan remaja masih tergolong rendah. Dari total responden, sebanyak 68,1% menyatakan tidak pernah merokok, sementara hanya 8,5% yang merokok secara aktif dan 21,3% lainnya hanya pernah mencoba. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum menjadikan merokok sebagai kebiasaan, meskipun ada sebagian kecil yang mulai terpapar.
Siswa yang merokok umumnya melakukannya dalam situasi sosial, seperti saat berkumpul bersama teman. Alasan yang paling umum dikemukakan oleh mereka yang merokok adalah untuk mengatasi stres, ingin terlihat keren, coba-coba, atau karena pengaruh lingkungan sosial. Walau demikian, sebagian besar siswa menyatakan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar dan memilih untuk tidak merokok berdasarkan keputusan pribadi. Berdasarkan hasil olah data,maka diperoleh nilai pengetahuan siswa tentang perilaku merokok berada dalam 79,79% yang dapat dinilai cukup, Ini mencerminkan bahwa masih terdapat ruang untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak dan bahaya merokok melalui intervensi yang lebih komprehensif,


Merokok di usia remaja membawa dampak buruk yang signifikan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Nikotin dan zat berbahaya dalam rokok dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan, merusak paru-paru, mengganggu jantung dan pembuluh darah, melemahkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko kecanduan (WHO, 2020; Depkes RI, 2018). Selain berdampak pada kesehatan, merokok juga memengaruhi kemampuan berpikir dan bertindak, seperti menurunkan fokus belajar, menurunkan prestasi di sekolah, dan meningkatkan risiko terlibat dalam tindakan negatif lainnya (Kemenkes RI, 2018; Depkes RI, 2018).
Alasan utama remaja mulai merokok antara lain pengaruh teman, lingkungan yang membiarkan, kurangnya pemahaman tentang bahaya rokok, serta banyaknya iklan rokok yang beredar (Kemenkes RI, 2018; WHO, 2020). Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan yang efektif dapat membuat remaja lebih paham tentang bahaya merokok dan mengurangi keinginan mereka untuk merokok (Kemenkes RI, 2018; WHO, 2020). Mengingat tingginya jumlah remaja yang merokok dan dampak buruknya, diperlukan upaya promosi dan pencegahan melalui pendidikan kesehatan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk pandangan, dan mendorong perubahan perilaku remaja agar bisa menolak ajakan merokok serta menyadari bahaya yang mengancam kesehatan dan masa depan mereka. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa keperawatan bertanggung jawab untuk memberikan edukasi dan promosi kesehatan di masyarakat, khususnya pada remaja, melalui penyuluhan kesehatan tentang “Dampak dan Bahaya Merokok pada Remaja” (Kemenkes RI, 2018; WHO, 2020).

